Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan verbal mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Kristen Wamena dalam praktik mikroteaching. Kemampuan verbal merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon guru sekolah dasar karena berkaitan langsung dengan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 25 mahasiswa PGSD semester II. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap praktik mikroteaching, wawancara dengan mahasiswa, serta dokumentasi berupa video praktik mengajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan lembar penilaian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan verbal mahasiswa PGSD STKIP Kristen Wamena berada pada kategori kurang. Berdasarkan 25 mahasiswa yang dianalisis, sebagian besar telah mampu menyampaikan materi pembelajaran secara lisan, namun kualitas penyampaiannya belum sepenuhnya optimal pada seluruh komponen kemampuan verbal. Pada komponen kejelasan artikulasi, sebagian besar mahasiswa cukup mampu mengucapkan kata dan kalimat dengan cukup jelas, meskipun masih ditemukan beberapa mahasiswa yang pelafalannya kurang tegas sehingga pesan pembelajaran belum tersampaikan secara maksimal. Pada komponen kelancaran berbicara, mahasiswa yang memiliki penguasaan materi dan kepercayaan diri yang baik cenderung lebih lancar dalam menyampaikan pembelajaran. Sebaliknya, mahasiswa yang kurang siap masih menunjukkan banyak jeda, pengulangan kata, dan keraguan saat berbicara. Pada komponen penggunaan kosakata dan bahasa, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan bahasa pembelajaran dengan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar. Pada komponen intonasi dan volume suara, kemampuan mahasiswa masih relatif lemah. Pada komponen sistematika penyampaian materi, sebagian besar mahasiswa belum mampu menyusun pembelajaran secara runtut dan logis sehingga mahasiswa belum konsisten dalam menjaga alur penyampaian materi.