Main Article Content

Abstract

Penelitian ini sangat krusial untuk mengungkap fenomena degradasi daya tahan fokus mahasiswa akibat praktik membaca dangkal (skimming) yang mulai menggeser kemampuan pemahaman mendalam di era digital. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis tingkat minat baca mahasiswa serta korelasinya terhadap pemanfaatan perpustakaan di lingkungan STKIP Kristen Wamena. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap responden mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner yang mengukur empat indikator utama: frekuensi membaca, kuantitas buku, kesadaran membaca, dan durasi konsentrasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa frekuensi membaca mahasiswa berada pada kategori sedang namun bersifat insidental (incidental reading), yakni hanya meningkat saat menghadapi tekanan akademis. Kuantitas buku yang diselesaikan per semester serta durasi konsentrasi berada pada kategori Rendah, yang dipicu oleh kecenderungan membaca cepat (skimming) akibat distraksi media sosial. Meskipun tingkat kesadaran (awareness) terhadap pentingnya literasi tergolong sedang, hal tersebut tidak berbanding lurus dengan pemanfaatan koleksi fisik perpustakaan yang masih rendah. Mahasiswa cenderung memanfaatkan perpustakaan sebagai "ruang ketiga" untuk mengakses fasilitas pendukung seperti internet dan ruang diskusi. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa mengalami pendangkalan daya tahan baca di era digital. Diperlukan upaya sistematis dari lembaga pendidikan untuk melatih kembali kemampuan deep reading guna meningkatkan kualitas literasi mahasiswa.

Keywords

minat baca mahasiswa pemanfaatan perpustakaan kampus

Article Details

How to Cite
Malluka, M. (2026). Analisis Minat Baca Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Kampus STKIP Kristen Wamena. Pedagog Jurnal Ilmiah, 4(1), 44–55. https://doi.org/10.71387/pji.v4i1.181