Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika dasar yang dialami mahasiswa calon guru Sekolah Dasar serta mengidentifikasi faktor penyebab dan upaya mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 14 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Kristen Wamena yang telah menempuh mata kuliah Matematika Dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan matematika dasar, wawancara, dan observasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya materi operasi hitung bilangan bulat yang berada pada kategori cukup (66%), sedangkan konsep bilangan (48%), operasi pecahan (40%), dan soal cerita (32%) masih berada pada kategori rendah. Kesulitan belajar mahasiswa disebabkan oleh lemahnya penguasaan konsep dasar sejak jenjang pendidikan sebelumnya, adanya sikap negatif dan kecemasan terhadap matematika, serta pola belajar yang masih berorientasi pada hafalan prosedur. Upaya mengatasi kesulitan tersebut perlu dilakukan melalui pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep, penggunaan contoh kontekstual, serta pembelajaran yang lebih interaktif dan reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman konseptual matematika dasar merupakan kebutuhan mendesak bagi mahasiswa PGSD sebagai calon guru Sekolah Dasar.