Main Article Content

Abstract

Di era digital, literasi digital menjadi keterampilan fundamental yang harus dikuasai pendidik untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Kesenjangan digital di wilayah 3T, khususnya Kabupaten Jayawijaya Papua, menghambat transformasi digital pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program pelatihan literasi digital bagi guru sekolah dasar dan menganalisis tantangan implementasinya di wilayah 3T. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengabdian kepada masyarakat. Program dilaksanakan pada 8 Maret 2025 di STTR Wamena dengan melibatkan perwakilan guru dari berbagai SD se-Kabupaten Jayawijaya. Metode pelatihan mencakup pemaparan konsep literasi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dan penggunaan Canva untuk media pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, evaluasi peserta, dan wawancara informal, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Program menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif mencapai 85%. Terjadi peningkatan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis peserta dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur (akses internet 47%, perangkat terbatas), kesenjangan kompetensi digital guru, resistensi terhadap perubahan, dan minimnya konten kontekstual. Program terbukti efektif meningkatkan kompetensi digital guru, namun memerlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan infrastruktur untuk keberlanjutan implementasi di wilayah 3T.

Keywords

literasi digital sekolah dasar wilayah 3T pelatihan guru

Article Details

How to Cite
Ambarita, Y. M., Kadang, E., Nusalawo, R. J., & Sari, R. (2025). Literasi Digital Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar Se-Kabupaten Jayawijaya: Upaya Mengatasi Kesenjangan Digital Di Wilayah 3T. SILIMO: Community Service Journal, 2(2), 44–53. Retrieved from https://jurnal.stkipkw.ac.id/index.php/scsj/article/view/173